Selamat malam semua.. Malam ini gue kembali buat nulis lagi untuk sekian lamanya gue gak nulis(posting sebelumnya itu postingan lama yang baru gue sempet posting kemarin) . Malam ini gue nulis ditemenin kipas angin kesayangan gue yang namanya 'fad' kenapa gue kasih nama fad ? gue sendiri juga bingung kenapa harus itu , tapi yang pasti itu merk dari kipas angin kesayangan gue.. dan jangan tanya merk apa itu fad? gue sendiri juga baru tau kalau ada merk itu di kehidupan nyata yang samar-samar ini. Selain ditemenin sama si fad gue juga senantiasa siapin segelas kopi panas(yang gue minum kalau udah dingin) disebelah gue saat gue lagi nulis.. kenapa harus disebelah gue? soalnya kalau gue taroh kopi gue di keyboard gimana dong gue bisa nulis cerita ini? ya kan? .
Membahas tentang teman dan menemani, belakangan ini gue heran sama yang namanya pertemanan anak muda atau yang kita kenal dengan ABG , yah Anak Baru Gede bukannya Anak Babi Gorila(sumpah gue gak bisa bayangin kalau ada binatang labil begini yang dilema tentang dirinya seekor babi atau gorila , atau mungkin dia adalah anak dari hasil perselingkuhan bapak babi dengan ibu gorila) gak penting deh... hahaha . Kembali ke topik, yang bikin gue bingung itu anak remaja/muda sekarang itu selalu yang namanya milih-milih teman. Contohnya : yang cakep temenan sama yang cakep , yang kaya sama yang kaya , yang populer temenan sama yang populer. nah, buat mereka yang jelek , miskin , dan yang bahkan kehadiran mereka antara ada dan tiada itu harus berteman sama siapa? apa mereka harus bersatu dan membuat sebuah perkumpulan yang melebihi perkumpulan silat dan memberi nama perkumpulan mereka itu 'The Terbuang Community' , jelas miris sekali bukan?
Saran gue buat teman-teman yang baca postingan ini supaya gak lagi memilih-milih teman dalam pergaulan, tapi perlu diingat juga untuk tidak terlalu berteman baik dengan teman yang merugikan karena pastinya kalian akan diRUGIKAN . Sebagai contoh dari pengalaman pribadi gue, gue pernah berteman dengan 'sebut saja' Beno (namanya gue samarin untuk menjaga privasi bokapnya). Sedikit tentang si Beno, Beno adalah anak dari 'yang katanya' seorang pejabat di negara kita, Beno itu jarang mandi, kalau makan sate itu bisa habisin 30 tusuk sendirian dan keahlian Beno itu adalah minum kopi panas dengan sekali tengak dan alhasil dia selalu mengalami yang namanya 'lidah melepuh'(sungguh memalukan untuk ukuran seorang anak pejabat) . Kenapa bisa gue bilang Beno yang kedengerannya lebih goblok dari gue itu merugikan ? memang untuk kalian yang tidak berteman dengan Beno tidak merugikan tapi buat gue pribadi itu tekanan batin kalau berteman sama dia. Sebagai contoh : waktu gue sama Beno lagi nongkrong di OldTown White Coffee di emporium mal pluit , setelah kopi kita habis dia langsung alasan kalau perutnya sakit dan dia langsung ngacir ke wc, setelah setengah jam gue nungguin ternyata dia gak balik-balik dan gue dapet sms dari dia 'gue udah di parkiran , yuk cabut...' dan mau gak mau yang bayar bill adalah gue, merugikan bukan? gak sampai disitu, pernah juga waktu kita makan sate di pinggiran jalan di Cengkareng , waktu itu kita mesan 30 tusuk sate gak pakai nasi dan rencana awal itu sate mau kita jadiin kudapan sambil ngobrol ngebahas skenario film yang pastinya bakalan lama, tapi Beno bertindak lain.... 15 menit setelah sate siap disajikan dan dibalut bumbu kacang nan nikmat di meja kita, Beno langsung makan dengan sadisnya dan cuma menyisakan 2 tusuk buat gue dan yah kalian tau! yang bayar itu gue lagi setelah Beno dengan sejuta alasannya ngacir entah kemana. Sekali lagi gue tekanin bahwa punya teman yang merugikan itu pastinya rugi dan buat bokapnya Beno 'maaf om anaknya saya tulis begitu, jangan benci saya tetapi bencilah mengapa Beno menyukai sate (lho?)' .
Tapi yang namanya berteman itu gak cuma bisa sama manusia doang kok, banyak orang di dunia ini yang senang dan malah lebih akrab berteman dengan binatang peliharan mulai dari anjing, kucing, ikan, ular, monyet, Beno dll , ehh yang terakhir itu bukan, maaf keceplosan. Termasuk juga gue, gue adalah orang yang lebih senang berteman dengan mahkluk selain manusia(bukan karna gue gak normal, tapi ada alasan-alasan tertentu seperti kisah gue sama Beno sebelumnya) , dan karena gue terlalu mencintai binatang dan gue gak mau mereka mati ditangan biadab gue ini makanya gue gak pernah melihara binatang, simpel bukan? . Nah, sebagai gantinya itu gue berteman sama benda yang udah mati supaya mereka gak mati ditangan biadab gue. Seperti yang gue tulis di awal cerita gue punya teman yang namanya fad sebuah kipas angin yang asik diajak main suara robot-robotan kalau ngomong di depan dia, selain fad ada juga teman gue yang namanya 'buku matematika' ya! dia itu sebuah buku matematika dan bukan buku sejarah atau sejenisnya, dan buku matematika ini adalah teman yang udah berkorban banyak buat gue, setiap kali gue lagi kesel gue selalu coretin halamanya satu persatu hanya untuk sekedar curhat dengan bahasa ejaan 'akar kuadrat logaritma' yang disempurnakan, setelah gue udah sering curhat sama si 'buku matematika' gue dapet kabar kalau dia ngelapor ke Pak RT supaya nama di KTB(Kartu Tanda Buku) nya diganti dari 'buku matematika' menjadi 'buku yang telah dinodai' . Seolah-olah gue telah melakukan itu terhadap engkau ohh buku...
Itulah sedikit cerita tentang gue mengenai pertemanan gue dan sahabat terbaik gue 'fad' dan 'buku matematika' atau tepatnya 'buku yang sudah dinodai' . Buat Beno asli yang menyadari dirinya gue tulis dalam cerita ini mohon jangan marah , lu tetap sahabat gue, semua gue tulis demi hiburan doang sama kayak waktu lu konciin gue di WC dan lu bilang itu cuma buat hiburan anak-anak doang.
Wah udah jam segini ( 23.45 WIB ) , waktunya bersemedi dalam mimpi dulu nih...
Sampai jumpa di postingan berikutnya :))
No comments:
Post a Comment