Cuaca mendung, tidur siang yang terganggu dan chating dari
pacar yang belum dibales bales. Semua itu alasan kenapa gw lebih memilih buat
nulis posting kali ini. Eh, tunggu sebentar, emangnya punya pacar? Oke, gw
ralat dikit, maksudnya pacar orang. Oke cukup!
Tadi pagi di sekolah sewaktu pelajaran IPA dan masuk ke
dalam bab yang membahas reproduksi, guru IPA ngebahas tentang bagaimana cara
manusia melakukan reproduksi. Sebelumnya apa itu reproduksi? Reproduksi terdiri
dari dua kata yaitu ‘re’ dan ‘produksi’, re artinya melakukan ulang dan
produksi yah produksi, oke gw gak cukup kreatif buat menjelaskan. Tapi,
pastinya kalau digabungin, arti dari reproduksi adalah produksi ulang, dan kita
sebagai manusia adalah hasil dari kegiatan reproduksi, sama artinya kita adalah
produk daur ulang. Semoga sebelum gw di daur ulang itu gw bukan produk murahan
yang bahkan juga di diskon dan pasarnya adalah pasar malam keliling.
Sedikit gak
terima sih kalau ternyata sadar gw ini ternyata adalah manusia daur ulang.
Pengen protes ke guru gw, tapi gw gak punya alasan yang cukup kuat buat
membantah kalau gw ini bukan manusia daur ulang. Pengen sih bilang “Pak, saya
ini bukan manusia daur ulang! Saya ini manusia baru dan saya masih perjaka,
sumpah masih perjaka, cuma sering kegrepe sama ibu-ibu doang dalam
Transjakakarta”. Karna mempertimbangkan keselamatan gw di kelas yang masih pagi
itu, gw lebih milih diem.
Cara
bereproduksi tergolong menjadi dua cara, yaitu Seksual dan Aseksual. Manusia
termasuk golongan yang melakukan dengan cara seksual, yaitu dengan cara seperti
main karambol. Sedang yang aseksual dengan cara pembuahan setelah sel telur dan
sperma sudah sama-sama keluar, sama seperti ikan. Ikan betina mengeluarkan sel
telur kemudian ikan jantan mengeluarkan sperma untuk membuahi sel telur, lalu
Bu ikan dan Pak ikan dengan perasaan bahagia menunggu menetasnya telur bakal
anak-anak mereka nanti. Namun, nasib naas terjadi, nelayan dengan kejamnya
malah menjala mereka, memisahkan mereka dari calon anak-anaknya dan tega
membuat anak-anak ikan menjadi yatim-piatu setelah menetas, lebih tega lagi
kita yang malah memakan pasangan-pasangan ikan yang bisa jadi adalah pasangan
ikan yang dengan tidak sabar menanti kelahiran anak-anak mereka. Tega!!!
Manusia memang tega.
Guru gw
juga membahas tentang pentingnya menjaga kebersihan alat kelamin untuk
terhindar dari penyakit-penyakit kulit dan kelamin. Menghindari menonton film
porno juga salah satu pencegahan agar sebagai anak muda dengan rasa penasaran
yang tinggi terhindar dari praktek biologi terselubung dalam kos-kosan. Dan
baru gw ketahui, bahwa apabila kita sering mengkonsumsi film porno, maka otak
belakang kita yang berfungsi untuk membantu daya imajinasi kita rusak, dan
membuat kita selalu berimajinasi adegan-adegan mesum, yah! Gw juga sadar,
belakang ini gw udah gak bisa berpikir imajinatif, gw selalu berimajinasi
tentang gw pacaran sama Maudy Ayunda. Oke, itu gak ada urusannya.
Membahas tentang
reproduksi dan kelamin tentu tidak akan jauh apabila membahas tentang
viginitas, dan itulah yang guru IPA gw bahas selanjutnya di kelas. Sontak
ketika masuk ke dalam bahasan ini, beberapa orang cewek di kelas gw langsung
nundukin kepala, sebagian ada yang rebahin kepala ke atas meja sambil
menutupnya dengan jaket, mereka ternyata sadar bahwa ternyata mereka itu
ngantuk. Beberapa juga ada yang semangat mendengar dengan khusyuk dan gw? Yah,
gw juga sambil mendengar, tapi juga sambil asik sama twitter gw. Guru IPA gw
memberi peringatan keras buat kita supaya dalam hubungan, terutama dalam hal
berpacaran agar tetap dalam batasan wajar dan tidak melakukan hal yang
aneh-aneh, seperti berdansa di lampu merah dan berdua-duaan ngeledekin orang
gila. Itu aneh-aneh kan?
Buat gw
peringatan seperti itu mungkin gampang buat gw jalani, yah… karna gw
jomblo. Bisa jadi buat temen gw yang
merasa udah punya pacar dan sering ngelakuin hal aneh-aneh yang udah gw jelasin
sebelumnya, mungkin mereka merasa dilarang dan mungkin juga mereka mengumpat
dalam hati ketika mendengar penjelasan. Dan buat temen gw yang udah pacaran dan
baru berniat ngelakuin yang aneh-aneh, mereka akan bisa mengurungkan niat
mereka, karna mereka sadar kalau berdansa di lampu merah itu tinggi resikonya.
Terimakasih
guru IPA buat materi hari ini, ini gak melulu belajar buat ngejar materi
berikutnya, tapi pendidikan moral seperti ini yang kita butuhkan, dan maaf
kalau gw no mention yah Pak. Dan, suatu saat apabila Tuhan mengijinkan gw buat
bisa punya pacar, mungkin hal teraneh yang bakal gw lakuin adalah makan
martabak tengah malam di puncak Monas sambil mandangin bulan purnama berdua.
Sebelumnya gw harus cek dulu, pacar gw nanti itu manusia serigala apa bukan,
kalau iya kan bisa-bisa setelah martabak habis, gw yang dijadiin cemilan.
No comments:
Post a Comment