Friday, November 15, 2013

Re-(cycle)Produksi



Cuaca mendung, tidur siang yang terganggu dan chating dari pacar yang belum dibales bales. Semua itu alasan kenapa gw lebih memilih buat nulis posting kali ini. Eh, tunggu sebentar, emangnya punya pacar? Oke, gw ralat dikit, maksudnya pacar orang. Oke cukup!

Tadi pagi di sekolah sewaktu pelajaran IPA dan masuk ke dalam bab yang membahas reproduksi, guru IPA ngebahas tentang bagaimana cara manusia melakukan reproduksi. Sebelumnya apa itu reproduksi? Reproduksi terdiri dari dua kata yaitu ‘re’ dan ‘produksi’, re artinya melakukan ulang dan produksi yah produksi, oke gw gak cukup kreatif buat menjelaskan. Tapi, pastinya kalau digabungin, arti dari reproduksi adalah produksi ulang, dan kita sebagai manusia adalah hasil dari kegiatan reproduksi, sama artinya kita adalah produk daur ulang. Semoga sebelum gw di daur ulang itu gw bukan produk murahan yang bahkan juga di diskon dan pasarnya adalah pasar malam keliling. 

Sedikit gak terima sih kalau ternyata sadar gw ini ternyata adalah manusia daur ulang. Pengen protes ke guru gw, tapi gw gak punya alasan yang cukup kuat buat membantah kalau gw ini bukan manusia daur ulang. Pengen sih bilang “Pak, saya ini bukan manusia daur ulang! Saya ini manusia baru dan saya masih perjaka, sumpah masih perjaka, cuma sering kegrepe sama ibu-ibu doang dalam Transjakakarta”. Karna mempertimbangkan keselamatan gw di kelas yang masih pagi itu, gw lebih milih diem.

Cara bereproduksi tergolong menjadi dua cara, yaitu Seksual dan Aseksual. Manusia termasuk golongan yang melakukan dengan cara seksual, yaitu dengan cara seperti main karambol. Sedang yang aseksual dengan cara pembuahan setelah sel telur dan sperma sudah sama-sama keluar, sama seperti ikan. Ikan betina mengeluarkan sel telur kemudian ikan jantan mengeluarkan sperma untuk membuahi sel telur, lalu Bu ikan dan Pak ikan dengan perasaan bahagia menunggu menetasnya telur bakal anak-anak mereka nanti. Namun, nasib naas terjadi, nelayan dengan kejamnya malah menjala mereka, memisahkan mereka dari calon anak-anaknya dan tega membuat anak-anak ikan menjadi yatim-piatu setelah menetas, lebih tega lagi kita yang malah memakan pasangan-pasangan ikan yang bisa jadi adalah pasangan ikan yang dengan tidak sabar menanti kelahiran anak-anak mereka. Tega!!! Manusia memang tega. 

Guru gw juga membahas tentang pentingnya menjaga kebersihan alat kelamin untuk terhindar dari penyakit-penyakit kulit dan kelamin. Menghindari menonton film porno juga salah satu pencegahan agar sebagai anak muda dengan rasa penasaran yang tinggi terhindar dari praktek biologi terselubung dalam kos-kosan. Dan baru gw ketahui, bahwa apabila kita sering mengkonsumsi film porno, maka otak belakang kita yang berfungsi untuk membantu daya imajinasi kita rusak, dan membuat kita selalu berimajinasi adegan-adegan mesum, yah! Gw juga sadar, belakang ini gw udah gak bisa berpikir imajinatif, gw selalu berimajinasi tentang gw pacaran sama Maudy Ayunda. Oke, itu gak ada urusannya.

Membahas tentang reproduksi dan kelamin tentu tidak akan jauh apabila membahas tentang viginitas, dan itulah yang guru IPA gw bahas selanjutnya di kelas. Sontak ketika masuk ke dalam bahasan ini, beberapa orang cewek di kelas gw langsung nundukin kepala, sebagian ada yang rebahin kepala ke atas meja sambil menutupnya dengan jaket, mereka ternyata sadar bahwa ternyata mereka itu ngantuk. Beberapa juga ada yang semangat mendengar dengan khusyuk dan gw? Yah, gw juga sambil mendengar, tapi juga sambil asik sama twitter gw. Guru IPA gw memberi peringatan keras buat kita supaya dalam hubungan, terutama dalam hal berpacaran agar tetap dalam batasan wajar dan tidak melakukan hal yang aneh-aneh, seperti berdansa di lampu merah dan berdua-duaan ngeledekin orang gila. Itu aneh-aneh kan? 

Buat gw peringatan seperti itu mungkin gampang buat gw jalani, yah… karna gw jomblo.  Bisa jadi buat temen gw yang merasa udah punya pacar dan sering ngelakuin hal aneh-aneh yang udah gw jelasin sebelumnya, mungkin mereka merasa dilarang dan mungkin juga mereka mengumpat dalam hati ketika mendengar penjelasan. Dan buat temen gw yang udah pacaran dan baru berniat ngelakuin yang aneh-aneh, mereka akan bisa mengurungkan niat mereka, karna mereka sadar kalau berdansa di lampu merah itu tinggi resikonya. 

Terimakasih guru IPA buat materi hari ini, ini gak melulu belajar buat ngejar materi berikutnya, tapi pendidikan moral seperti ini yang kita butuhkan, dan maaf kalau gw no mention yah Pak. Dan, suatu saat apabila Tuhan mengijinkan gw buat bisa punya pacar, mungkin hal teraneh yang bakal gw lakuin adalah makan martabak tengah malam di puncak Monas sambil mandangin bulan purnama berdua. Sebelumnya gw harus cek dulu, pacar gw nanti itu manusia serigala apa bukan, kalau iya kan bisa-bisa setelah martabak habis, gw yang dijadiin cemilan.

No comments:

Post a Comment